Assalamualaikum...kawan... :)
di Indonesia tercinta kita ini banyak sekali keindahan-keindahan alam....ada pantai, air terjun, keindahan pengunungan, dan masih banyak lagi....
kali ini saya ingin berbagi info tentang salah satu pantai di
JAWA TIMUR... yay....
walaupun saya juga baru mendengar nama pantai ini, namun pantai ini tak kalah eksotisnya dengan pantai di Indonesia lainnya loh...
baiklah... pantai di Jawa Timur ini adalah.............
"PANTAI PAPUMA"
yey! did you ever hear that?
mari kita simak infonya :)
Pantai Papuma adalah salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Jember yang dikembangkan oleh Perum Perhutani II Jawa Timur. Pantai Papuma merupakan objek wisata alam yang memadukan keaslian pesona pantai dan hutan.
Jika
rata-rata nama pantai merujuk pada nama wilayah administratif, Anda
tidak akan menemukan satu wilayah pun dengan nama Papuma, baik itu desa,
dusun, maupun kecamatan, sebab nama Pantai Papuma adalah akronim dari Pantai Pasir Putih Malikan.
Pantai
Papuma terletak 37 kilometer di sebelah selatan kota Jember dan berada
pada jalur Bromo-Ijen-Bali. Pantai dengan luas 25 hektar ini, jika
dilihat dari atas, terlihat seperti lengkungan elips. Pasir pantai
berwarna putih melengkapi citranya menyerupai telur.
Secara
administratif, pantai ini masuk ke dalam wilayah Desa Lojejer,
Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur atau sekitar 235
kilometer dari kota Surabaya.
Garis
Pantai Papuma diawali dari titik puncak Tanjung Papuma dan melingkar
sepanjang 25 kilometer. Pepohonan rimbun berbaris rapi-rapat di
sepanjang tepinya seperti melakukan upacara penghormatan kepada pantai
yang dijaga para dewa.
Pantai Papuma Dijaga Para Dewa
Saat
angin laut berkunjung ke darat, hempasan angin melewati celah-celah
karang menimbulkan bebunyian unik seperti dewa-dewa yang sedang merapal
mantra menjaga keindahan pantai agar tetap lestari.
Dewa-dewa
itu adalah sekumpulan karang pipih yang terletak sedikit menjauh dari
muka pantai, mengalasi sebuah karang besar serupa pulau yang oleh warga
setempat disebut pulau kecil.
Keseluruhan
gugus karang itu membentuk tujuh pulau kecil yang beberapa di antaranya
dinamai dengan nama dewa-dewa, Pulau Batara Guru, Pulau Kresna, dan
Pulau Narada. Sementara beberapa pulau yang lain, dinamai Pulau Nusa
Barong, Pulau Kajang, dan Pulau kodok.
Wisata Alam Perawan di Pantai Papuma
Pantai Papuma
menyajikan pemandangan alam perawan yang sepi dari jarahan
tangan-tangan manusia. Ini terlihat dari gugus hutan vegetasi di
sepanjang tepi dan sekumpulan pohon pandan yang menjaga pantai dari
abrasi.
Pohon
pandan terbilang unik. Daunnya bersirip dengan akar-akar mencuat ke
permukaan tanah. Bentuk buahnya menyerupai durian berlapis-lapis
berwarna hijau dan kuning jingga. Sayang, buah pandan tidak bisa
dimakan.
Secara
umum, susunan vegetasi hutan Pantai Papuma terdiri dari dua lapis.
Lapisan pertama terdiri dari tumbuhan pandan, bakung, dan babakoan.
Sementara lapisan kedua, berjajar-jajar pohon yang lebih besar dari
jenis nyamplung, waru laut, dan ketapang.
Kesan
alami semakin kental dengan masih banyak ditemukannya satwa liar yang
berjemur di pantai, seperti biawak, ayam hutan, babi hutan, landak,
trenggiling, rusa, lutung, kera ekor panjang, lutung kuning, dan
sebagainya.
Kesempurnaan Wisata di Pantai Papuma
Selain
panorama alam dengan gugusan batu karang di tengah laut serta pasir
putih lembut di sepanjang pantai yang bisa Anda nikmati kapan saja,
Pantai Papuma menyajikan pesona wisata lain yang semakin menegaskan
bahwa komposisinya adalah kesempurnaan wisata yang sulit dicari
tandingannya.
Anda
ingin mengelilingi laut dan bercengkerama dengan ombaknya? Jangan
khawatir, Anda bisa menyewa perahu nelayan dan berkeliling menikmati
lautan. Anda ingin menyaksikan matahari terbenam? Pantai Papuma
menyajikannya dengan sempurna di akhir senja.
Bukan
itu saja, menjelang malam turun, ada fenomena luar biasa yang muncul
dari Gua Lawa yang bisa dicapai saat air surut. Ribuan kelelawar
berebutan keluar, berkonvoi-konvoi jumlahnya, membayang membentuk awan
bergerombol ke angkasa.
Semua itu belum termasuk siti hinggil
yang eksotis, berupa batu karang dengan ketinggian 50 meter di atas
permukaan laut yang biasa dijadikan tempat wisatawan menikmati panorama
laut secara sempurna. Di saat-saat tertentu, Anda juga bisa menyaksikan
upacara adat larung sesaji.
Pantai
Papuma yang mengusung kealamian hutan dan pantai, bukan berarti
meninggalkan fasilitas-fasilitas umum berbasis masyarakat modern.
Pengelola secara seimbang mengembangkan sarana-sarana umum, seperti
taman bermain, tempat kemah, mushala, MCK, tempat parkir, gazebo.
Bahkan, wisma menginap yang dilengkapi AC.
Tidak
sulit mencapai Pantai Papuma. Jika Anda menempuh perjalanan dari
Surabaya, hanya perlu waktu 1-2 jam dengan kecepatan sedang. Kalau tidak
membawa kendaraan sendiri, Anda bisa memakai kendaraan umum patas AC
dengan trayek Surabaya-Jember.
Surabaya-Jember
bisa juga dicapai dengan kereta api. Dari Jember, biasanya disambung
dengan taksi atau angkutan pedesaan yang biasanya banyak beroperasi di
pagi hari.
Akses ke Pantai Papuma
Pantai
Papuma memang masih banyak yang belum mengetahui keberadaannya karena
akses menuju ke Pantai Papuma cukup sulit. Hal ini sangat disayangkan
mengingat Pantai Papuma memiliki pemandangan alam yang indah, pantai
dengan pasir putih dan karang, deburan ombak yang luar biasa menyejukkan
mata.
Pantai
Papuma adalah salah satu pantai yang sangat berpotensi besar untuk
dikembangkan di Jember. Oleh karena itu, infrastruktur menuju ke sana
harus diperbaiki. Dari Jember, Pantai Papuma dapat ditempuh selama satu
jam perjalanan. Namun, akses umum ke Pantai Papuma cukup sulit karena
sedikitnya angkutan umum yang menuju ke pantai ini.
Pesona Pantai Papuma
Saat
pertama kali mengunjungi Pantai Papuma di Kabupaten Jember, pasti kesan
pertama yang muncul adalah rasa takjub menyaksikan keindahan pantai
ini. Para pengunjung dapat menikmati pesona Pantai Papuma yang luar
biasa ini hanya dengan membeli tiket seharga lima ribu rupiah untuk
pengunjung, dua ribu rupiah untuk mobil, dan seribu rupiah untuk sepeda
motor.
Pantai
Papuma yang merupakan singkatan dari Pantai Pasir Putih Malikan ini
berada di sebelah barat Pantai Watu Ulo dan memiliki panorama gugusan
karang yang disebut Pulau Dewa, yaitu Pulau Krisna, Pulau Narada, dan
Pulau Bhatara Guru. Sementara itu, tempat yang lain disebut Pulau Nusa
Barong, Pulau Kajang dan Pulau Kodok.
Tak
hanya itu, keindahan alam yang berupa perpaduan laut dan hutan menjadi
daya tarik lain bagi para wisatawan domestik dan waisatawan mancanegara.
Mendekati pintu masuk ke arah Pantai Papuma, para pengunjung dimanjakan
dengan keindahan hutan pohon jati di sepanjang jalan. Untuk masalah
fasilitas, di Pantai Papuma pun tersedia cottage dan masakan khas ikan bakar Pantai Papuma yang harganya terjangkau.
Sisi
lain dari Pantai Papuma adalah banyaknya hewan yang sengaja
dikembangbiakkan secara alami, misalnya kera ekor panjang, rusa, dan
masih banyak hewan lainnya. Pada libur lebaran, Pantai Papuma biasanya
banyak dikunjungi para pelancong. Pada umumnya, para pelancong ini
berlibur ke pantai ini setelah berkunjung ke rumah saudara.
Antusiasme
masyarakat terhadap Pantai Papuma kurang direspons oleh pemerintah
setempat. Hal ini terlihat dari pengelolaan yang kurang baik, seperti
jalan yang rusak dan terbatasnya penerangan jalan sehingga para
wisatawan yang pulang sore hari akan sedikit terganggu perjalanannya.
Walaupun begitu, pesona Pantai Papaum tetap tidak berkurang sedikitpun.
Pantai Papuma - Surga di Selatan Jember
Pantai
Papuma adalah surga di selatan Jember. Mengapa? Ya, karena panoramanya
sangat menakjubkan. Bagi Anda yang memiliki hobi fotografi, Pantai
Papuma harus dikunjungi. Banyak keindahan yang wajib menjadi obyek bagi
para fotografer, misalnya pasir putih, air laut yang biru, batu karang,
dan hutan di balik Pantai Papuma.
+++
Bagaimana? tertarik pergi ke Pantai Papuma???
ayo, kita pergi bersama.. hahahhaa :D :)
sekian info dari saya... Wassalamualikum....
Here the source!!!
ATAS NAMA
XI IPA 1
DEWI RUHAEL A (11)